Tuesday, March 31, 2015

Implementasi Guru Dalam Melaksanakan Standar Penilaian Pendidikan

Standard
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejalan dengan pembukaan UUD, batang tubuh konstitusi itu di antaranya Pasal 20, Pasal 21, Pasal 28 C ayat (1), Pasal 31, dan Pasal 32, juga mengamanatkan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.
Sistem pendidikan nasional tersebut harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.
Pendidikan nasional sangat berperan bagi pembangunan manusia karena dapat menginvestasikan perwujudan manusia Indonesia yang berakhlak mulia, berkarakter produktif, dan berdaya saing sehingga dapat meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). KTSP terutama berkaitan dengan Standar Isi  dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Pengembangan KTSP yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Dalam Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan, standar nasional terdiri atas standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilain. (BSNP, 2005)
              Definisi yang pertama dikembangkan oleh Raplh Tyler (1950), ahli ini mengatakan bahwa
           “evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai. Jika belum, bagaimana yang belum dan apa sebabnya. Definisi yang lebih luas dikemukakan oleh dua orang ahli lain, yakni Cronbach dan Stufflebeam. Tambahan definisi tersebut adalah bahwa proses evaluasi bukan sekadar mengukur sejauh mana tujuan tercapai, tetapi digunakan untuk membuat keputusan”. (Dr. Suharsimi Arikunto. 1995: 3)
Definisi ini menerangkan secara langsung hubungan evaluasi dengan tujuan suatu kegiatan yang mengukur derajat, dimana suatu tujuan dapat dicapai. Sebenarnya evaluasi juga merupakan proses memahami, memberi arti, mendapat, dan mengomunikasikan suatu informasi bagi keperluan pengambil keputusan.
Dalam evaluasi selalu mengandung proses. Proses evaluasi harus tepat terhadap tipe tujuan yang biasanya dinyatakan dalam bahasa perilaku. Dikarenakan tidak semua perilaku dapat dinyatakan dengan alat evaluasi yang sama, maka evaluasi menjadi salah satu hal yang sulit dan menantang, yang harus disadari oleh para guru.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa guru fisika di Sekolah Menengah Atas (SMA), bahwa guru tidak memahami secara keseluruhan dari evaluasi. Hasil dari 3 guru di wawancarai pada observasi awal bahwa kegiatan guru dalam mengevaluasi hanya dilakukan untuk menilai prestasi belajar siswa tanpa melakukan koreksi perangkat pembelajaran sehingga guru tidak melakukan pembaharuan dan perbaikan terhadap program pembelajaran setiap tahunnya. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti akan melakukan penelitian dengan judul: “Studi Implementasi Guru Dalam Melaksanakan Standar Penilaian Pendidikan Di Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Se-Kecamatan Medan Area”.


1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat diidentifikasi masalah-masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:
1.     Guru tidak memahami secara keseluruhan fungsi evaluasi
2.     Guru tidak melakukan perbaikan program tiap tahun
3.     Guru tidak melakukan pengembangan instrumen tes evaluasi
4.     Guru tidak melakukan evaluasi besama teman sejawat dalam proses pembelajaran

1.3.Batasan Masalah
Mengingat bahwa luasnya permasalahan, maka perlu dilakukan pembatasan dalam penelitian ini sebagai berikut :
1.       Subjek penelitian adalah guru fisika di Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Se-Kecamatan Medan Area.
2.       Sekolah yang akan diteliti berdasarkan wilayah kecamatan.

1.4. Rumusan Masalah
            Berdasarkan batasan masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian ini dinyatakan sebagai berikut:
1.     Apakah guru-guru di sekolah telah menerapkan penilaian sesuai Badan Standar Nasional Pendidikan ?
2.     Apa penyebab guru tidak melakukan evaluasi pembelajaran di sekolah?
3.     Berapa banyak guru yang telah memahami penilaian dan melakukan evaluasi?


1.5. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1.     Mengetahui kemampuan guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran di sekolah.
2.     Mengetahui faktor-faktor penyebab kendala dalam melakukan evaluasi yang dilakukan guru di sekolah
3.     Mengetahui instrumen tes evaluasi yang dlakukan guru telah sesuai dengan kaidah evaluasi.

1.6. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian diharapkan berguna untuk:
1.     Menambah pengetahuan dan memperluas wawasan peneliti tentang evaluasi pembelajaran.
2.     Menjadi motivasi baik guru untuk memeriksa proses evaluasi pembelajaran di sekolah

3.     Pedoman penelitian lanjutan bagi peneliti selanjutnya.

LEMBAR PENGESAHAN

Standard
LEMBAR PENGESAHAN


Judul penelitian                     : Studi Implementasi Guru Dalam Melaksanakan Standar Penilaian Pendidikan Di Sekolah Menengah  Atas (SMA) Se-Kecamatan Medan Area

Ketua Peneliti
a.      Nama                          : Rhendi Van Pasaribu
b.     NIM                            : 081244210021
c.      Dosen Pembimbing    : Alkhafi Maas Siregar, M.Si
d.     Fakultas/ Jurusan        : FMIPA/ Fisika
e.      Alamat Institusi          : Jln.Williem Iskandar Psr. V Medan Estate 20221
f.   Telpon/ Faks/ e-mail  : -/-/Rhendi1990@gmail.com

Biaya yang diusulkan             : Rp 1.500.000



Medan, 29 Maret 2012
Mengetahui:
Dosen Pembimbing Skripsi,                                       Ketua Peneliti,





Alkhafi Maas Siregar, M.Si                                         Rhendi Van Pasaribu
NIP. 19690127 199412 1 001                                     NIM. 081244210021 


Menyetujui:

Dekan FMIPA Unimed,                                              Ketua Jurusan Fisika,




Prof. Drs. Motlan, M.Sc., Ph.D                                  Dra. Derlina, M. Si    

NIP. 19590805 198601 1 001                                     NIP. 19640321 199003 2 001

“Studi Implementasi Guru Dalam Melaksanakan Standar Penilaian Pendidikan Di Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Se-Kecamatan Medan Area”.

Standard
ABSTRAK

Sistem pendidikan nasional tersebut harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.
            Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). KTSP terutama berkaitan dengan Standar Isi  dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Pengembangan KTSP yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Dalam Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan, standar nasional terdiri atas standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian.
Oleh karena itu untuk menerapkan khusus nya standar penilaian pendidikan ini maka perlunya guru dalam memahami evaluasi. Hal tersebut menerangkan secara langsung hubungan evaluasi dengan tujuan suatu kegiatan yang mengukur derajat, dimana suatu tujuan dapat dicapai. Sebenarnya evaluasi juga merupakan proses memahami, memberi arti, mendapat, dan mengomunikasikan suatu informasi bagi keperluan pengambil keputusan.
Dalam evaluasi selalu mengandung proses. Proses evaluasi harus tepat terhadap tipe tujuan yang biasanya dinyatakan dalam bahasa perilaku. Dikarenakan tidak semua perilaku dapat dinyatakan dengan alat evaluasi yang sama, maka evaluasi menjadi salah satu hal yang sulit dan menantang, yang harus disadari oleh para guru.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa guru fisika di Sekolah Menengah Atas (SMA), bahwa guru tidak memahami secara keseluruhan dari evaluasi. Hasil dari 3 guru di wawancarai pada observasi awal bahwa kegiatan guru dalam mengevaluasi hanya dilakukan untuk menilai prestasi belajar siswa tanpa melakukan koreksi perangkat pembelajaran sehingga guru tidak melakukan pembaharuan dan perbaikan terhadap program pembelajaran setiap tahunnya. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti akan melakukan penelitian dengan judul: “Studi Implementasi Guru Dalam Melaksanakan Standar Penilaian Pendidikan Di Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Se-Kecamatan Medan Area”.
Standard
LAPORAN KEMAJUAN STUDENT GRANT
PHKI BATCH TAHUN ANGGARAN 2012

Program Penelitian     : Student Grant                                                  Tahun              : 2012
Perguruan Tinggi        : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN              Unit Kerja        : FMIPA
Sumber Dana              : PHKI Batch III UNIMED
 



I.                 KETERANGAN UMUM
1.               Judul Penelitian                      : Studi Implementasi Guru Dalam Melaksanakan Standar          Penilaian Pendidikan Di Sekolah Menengah Atas (Sma) Se-Kota Medan

2.               Dibiyai melalui                       : PHKI Batch III UNIMED

Nomor kontrak                                  :

Tanggal kontrak                                :
3.               Biaya tahun                             : 2012
4.               Jangka Waktu                         : 4 Bulan
5.               Periode pelaporan                   : November 2012
6.               Pesonalia peneliti ( Ketua dan Anggota Peneliti )

No.
Nama
Fakultas
Uraian Tugas
1.
Rhendi Van Pasaribu
MIPA
Memberi kuisoner, Observasi
2.
Lia Afriyanti Nasution
MIPA
Memberi kuisoner, observasi
3.
Chandra Kurniawan
MIPA
Memberi kuisoner, wawancara, Dokumentasi

7.               Lokasi Penelitian        : Beberapa SMA di Kota Medan
8.               Persiapan

No.
Tahap persiapan
Jadwal Waktu
1.
Pengurusan surt izin penelitin ke Fakultas MIPA untuk ke Dinas Pendidikan Kota Medan
01-06-2012
2.
Mengantar Surat Penelitian Ke Dinas Pendidikan Kota Medan
04-06-2012
3.
Diskusi dengan Team Penelitian
06-06-2012
4.
Ke Dinas pendidikan untuk pengambilan Surat Penelitian
08-06-2012
5.
Datang Ke sekolah Islam Azizi Untuk mengantar surat Penelitian
11-06-2012
6.
Diskusi Dengan Team Penelitian
26-06-2012
7.
Mengantar Surat Penelitian Ke SMA IT NUR IHSAN dan pengambilan Data
18-7-2012
8.
Datang ke SMA N 8 Medan
19-07-2012
9.
Diskusi Dengan team Penelitian
04-8-2012
10.
Ke SMA ISLAM AZIZI untuk pengambilan data
06-09-2012
11.
Diskusi untu persiapan pelaporan kemajuan PHKI dengan team
12-09-2012

II.               KETERANGAN KHUSUS
1.     Pelaksanaan Penelitian :

No.
Tahap persiapan
Jadwal Waktu
5.
Datang Ke sekolah Islam Azizi Untuk mengantar surat Penelitian
11-06-2012
6.
Diskusi Dengan Team Penelitian
26-06-2012
7.
Mengantar Surat Penelitian Ke SMA IT NUR IHSAN dan pengambilan Data
18-7-2012
8.
Datang ke SMA N 8 Medan
19-07-2012
9.
Diskusi Dengan team Penelitian
04-8-2012
10.
Ke SMA ISLAM AZIZI untuk pengambilan data
06-09-2012
11.
Diskusi untu persiapan pelaporan kemajuan PHKI dengan team
12-09-2012

            Dalam Pelaksanaan penelitian ini begitu banyak hal yang mengesankan tim peneliti dalam proses peniliti datang ke sekolah-sekolah di kota medan. Hal ini memberikan kedewasaan tersendiri bagi peneliti dalam memahami situasi pendidikan.

2.     Hambatan yang ditemukan dan cara penanggulangannya
a.      Hambatan Waktu Libur ramadhan, hal ini tak dapat dihindarkan karena sekolah di Kota Medan melakukan Libur. Cara penanggulangannya saat menentukan jadwal penelitian semaksimal mungkin untuk mencari waktu yang tepat.
b.   Mengenai izin penelitian ke sekolah, cara penanggulangan nya beranikan diri ,pakai kesabaran dan kekuatan yang luhur untuk menyakinkan bahwa peneitian kita untuk kebaikan bukan utuk mengadili sekolah-sekolah yang diteliti. Gunakan bahasa yang sopan dan santun.

III.             URAIAN PENGGUNAAN DANA
Uang yang diterima tahap pertama          Rp.600.000,-
Penggunaan saat ini                                  Rp.572.500,-
Sisa                                                           Rp.27.500,-





Uraian Komponen Biaya  :

Kode Akun
Uraian Kegiatan
Jadwal Kegiatan
Volume
 Harga Satuan
 Jumlah
521219
Belanja Lainnya
1
Persiapan

a. ATK
Juli 2012






 370.000
  370.000


b. Fotokopi Proposal
50
lmbr
x
3
eks

        150
    22.500


c. Penjilidan Proposal
6
eks
x

     5.000
    30.000


d. Konsumsi Penyusunan Proposal
3
org
x
5
hr
x
   10.000
  150.000

Total
     572.500
Sisa
27.500

                                                                              Medan, 12 September 2012
                                                                              Ketua Peneliti



                                                                              Rhendi Van Pasaribu
                                                                              NIM.081244210021