Wednesday, April 1, 2015

CENDIKIAWAN NEGERI MIMPI

Standard
CENDIKIAWAN NEGERI MIMPI
Karya : Rhendi Van Pasaribu



            Negeri nan indah bagai anggrek di hutan raya
            Ungu warna menyilaukan mata angkasa
            Banyak cendikiawan bekubang lumpur derita
            Melebur basah membina rakyat jelata

                        Negeriku, Negeri Cendikiawan nan Soleh
                        Berjihad bagai tentara palestina tak meleleh
                        Walaupun tekanan derita tanpa jasa tak tertoreh
                        Sang Cendikia tetap bergerak tanpa jenuh

            Di negeriku, Sekolah bagaikan mall
            Indah, megah, mahal bagai permata kalangan cendana
            Dinegeriku, Sekolah bagaikan kandang
            Bau, kotor, menyucur air disela jemari terkadang
           
                        Tahukah kau,  pemandangan negeriku penuh muara
Pemuda.jpg                        Jarak antara asin dan tawar terasa pahit
                        Si cendikia tersenyum bahagia, jiwa bersih bak sutra
                        Menyatu asa untuk negeri  suci agar tak koit

            Tahukah kau, rakyat di negeriku haus ilmu, lapar pengetahuan
            Tahukah kau, cendikia bagai hujan menyejukkan tenggorokan
            Memenuhi perut rakyat yang penuh impian

            Impian indah membangun negeri bak berlian penuh insan   

Souvenir UNIMED Digital

Standard
Souvenir UNIMED Digital
Oleh. Rhendi Van Pasaribu

Industri fashion merupakan industri yang sangat berkembang di era modren ini. Fashion juga memiliki karakteristik tersendiri baik dalam pakaian, kerajinan tangan dan  lainnya. Dengan luasnya ranah fashion ini membuat saya untuk fokus pada satu aspek yaitu kerajinan tangan, namun kerajinan tangan ini tidak semata-mata dihasilkan oleh polesan tangan saja tetapi menggunakan teknologi mesin digital. Dengan harapan hasil yang diperoleh lebih baik dan menarik. Kerajinan ini juga saya khususkan  yang bercirikan Universitas yang saya banggakan yaitu Universitas Negeri Medan (UNIMED). Hal ini menunjukkan cinta saya kepada UNIMED dan menyebar luaskan UNIMED dalam bentuk kerajinan digital.

Souvenir yang bercirikan Unimed juga belum ada di Universitas saya sendiri sehingga sangat besar untuk menjadi peluang usaha. Banyaknya pengunjung baik dari pemerintah, mahasiswa dan siswa yang berkunjung juga mendorong semangat saya bahwa gagasan sangat tepat untuk dilaksanakan. Karna tidak semua mahasiswa dapat melihat peluang wirausaha ini. Banyak orientasi para mahasiswa setelah lulus hanya untuk mencari kerja, bukan menciptakan lapangan kerja.

Mahasiswa sulit untuk mau dan memulai wirausaha dengan alasan mereka tidak diajar dan dirangsang untuk berusaha sendiri. Hal ini juga didukung oleh lingkungan budaya masyarakat dan keluarga yang dari dulu selalu ingin anaknya menjadi orang gajian alias pegawai. Ternyata cita – cita seperti ini tidak bagi saya. Sehingga saya sangat begitu fokus terhadap proses wirausaha. Menangggapi hal – hal seperti inilah saya menggagas sebuah ide untuk membuat souvenir UNIMED digital. saya ingin menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berwirausaha layaknya wirausaha ternama.


Di kampus sendiri, belum adanya usaha pembuatan souvenir yang bercirikan Unimed. Oleh sebab itu, saya ingin menjadi perintis dibidang pembuatan souvenir UNIMED digital yang elite dan kreatif. Saya juga juga visi untuk menjadi wirausahawan muda terbaik di bidang fashion. Saya juga telah mengikuti pelatihan kewirausahaan dan magang yang dilaksanakan oleh Pusat Jasa Ketenagakerjaan (PJK) Unimed. Demikian yang dapat sampaikan, besar harapan saya untuk dapat lulus dalam kegiatan ini. Terima kasih